Home » 2015 » September

Monthly Archives: September 2015

September 2015
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Comments

Archives

Rangkuman: Chapter 2

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part One: Organizations, Management, and the Networked Enterprise

Chapter 2: Global E-Business and Collaboration (Bisnis Elektronik dan Kerja Sama Global)

2.1 Proses Bisnis dan Sistem Informasi

       Untuk dapat beroperasi, organisasi bisnis harus berurusan dengan banyak hal yang berbeda terkait informasi mengenai pemasok, pelanggan, pegawai, faktur, pembayaran, serta tentu saja produk dan layanan mereka.

Proses bisnis adalah kumpulan kegiatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Secara gari besar, kinerja sebuah perusahaan bisnis bergantung pada seberapa baik proses  bisnis dirancang dan dikoordinasikan. Setiap bisnis dapat dilihat sebagai kumpulan proses bisnis, beberapa diantaranya merupakan bagian dari proses yang memiliki cakupan yang lebih besar. Misalnya menggunakan mentor/pendidik, wiki, blog, dan video adalah bagian dari proses manajemen pengetahuan secara keseluruhan. Banyak proses bisnis yang terkait dengan area fungsional tertentu. Sebagai contoh fungsi-fungsi penjualan dan pemasaran  bertanggung jawab untuk mengidentifikasi pelanggan, dan fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk merekrut pekerja.

Lantas bagaimana sistem informasi  meningkatkan proses  bisnis? Sistem informasi mengotomatisasikan banyak langkah dalam proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual, seperti memeriksa kredit klien, atau mencetak tagihan, dan mengirim pesanan. Namun sekarang, teknologi informasi dapat melakukan lebih banyak lagi. Teknologi baru dapat betul-betul  mengubah arus informasi, mengubah prosedur yang seharusnya dikerjakan secara berurutan menjadi dapat dilakukan secara bersamaan, serta menghilangkan hambatan-hambatan dalam pengambilan keputusan.

 

2.2 Jenis-jenis Sistem Informasi

       Organisasi bisnis pada umumnya memiliki sistem-sistem yang mendukung proses-proses terseut dalam tiap area fungsi bisnis utama-penjualandan pemasaran, manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, serta sumber daya manusia.

  1. Sistem-sistem untuk kelompok manajemen yang berbeda
  • Sistem Pemrosesan Transaksi: sistem komputerisasi yang mengoperasikan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk melakukan bisnis, seperti entri pesanan penjualan, pemesanan hotel, penggajian, karyawan yang mencatat, dan pengiriman. Tujuan utama dari sistem pada tingkat ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin dan untuk memantau arus transaksi di seluruh perusahaan.
  • Sistem untuk Intelijen Bisnis: merupakan istilah terkini mengenai data dan perangkat lunak untuk mengorganisasi, menganalisis, dan menyediakan akses kepada data untuk membantu manajer dan pengguna lain dalam suatu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi.
  1. Sistem untuk membuat perusahaan saling terhubung
  • Aplikasi Perusahaan: merupakan sistem yang menjangkau seluruh area fungsional, berfokus pada pelaksanaan proses bisnis yang terjadi diseluruh perusahaan dan menjangkau seluruh tingkat manajemen. Aplikasi perusahaan membantu perusahaan lebih fleksibel dan produktif, dengan cara mengoordinasikan proses-proses bisnis menjadi lebih singkat, serta mengintegrasikan kelompok-kelompok proses guna menciptakan pengelolaan sumber daya serta layanan pelanggan yang efisien. Terdapat empat kategori utama aplikasi perusahaan, yaitu:

-sistem perusahaan

-sistem pengelolaan rantai pasokan

-sistem pengelolaan hubungan pelanggan

-sistem manajemen pengetahuan

  • Intranet dan Ekstranet: secara sederhana, intranet adalah situs web internal perusahaan yang hanya dapat diakses oleh karyawannya saja. Intranet menggunakan teknologi dan teknik yang sama dengan internet, dan intranet sering kali merupakan wilayah akses pribadi/khusus kalangan karyawan saja pada situs web perusahaan yang lebih besar. Sedangkan ekstranet adalah situs web perusahaan yang dapat diakses oleh vendor dan pemasok yang memiliki wewenang dan biasanya digunakan untuk mengoordinasikan pengiriman persediaan ke fasilitas produksi perusahaan tersebut.
  • E-Business, E-Commerce, dan E-Government: Bisnis Elektronik (E-Business) mengacu pada penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses-proses bisnis utama dalam suatu perusahaan. Perdagangan Elektronik (E-Commerce) merupakan bagian dari E-Business yang berhubungan dengan kegiatan jual-beli barang/jasa melalui internet. Dan E-Government mengacu pada penggunaan teknologi aplikasi jaringan dan internet untuk memungkinkan pemerintah berhubungan dengan masyarakat, organisasi bisnis, sektor swasta, dan instansi pemerintah terkait lainnya secara digital.

 

2.3 Sistem Kolaborasi dan Kerjasama

       Kolaborasi adalah bekerja bersama-sama orang lain untuk mencapai tujuan bersama yang jelas. Kolaborasi berfokus pada penyelesaian tugas ataupun misi, biasanya digunakan pada organisasi bisnis, atau organisasi lainnya, atau antara satu bisnis dengan bisnis lainnya. Saat ini kolaborasi atau kerja sama tim menjadi lebih penting dibandingan sebelumnya karena berbagai alasan:

  • Mengubah sifat pekerjaan
  • Pertumbuhan bidang pekerjaan professional
  • Mengubah struktur organisasi perusahaan
  • Mengubah ruang lingkup perusahaan
  • Menitikberatkan pada inovasi
  • Mengubah budaya kerja dan bisnis

Saat ini banyak perusahaan meningkatkan kolaborasi dengan memanfaatkan bisnis jejaring sosial dimana bentuk bisnis ini menggunakan platform jejaring sosial, yang meliputi Facebook, Twitter, dan perangkat sosial yang terdapat dalam perusahaan untuk berhubungan dengan karyawan, pelanggan, serta pemasok mereka.Tujuan dari bisnis jejaring sosial adalah untuk memperdalam interaksi dengan kelompok-kelompok dari dalam dan luar perusahaan guna memperlancar dan memperbaiki pendistribusian informasi, inovasi, dan pengambilan keputusan.

Berikut adalah manfaat bisnis dari kolaborasi dengan bisnis jejaring sosial:

Manfaat

Dasar Pemikiran

Produktivitas

Apabila orang-orang berinteraksi dan bekerja secara bersama-sama mereka mampu mendapat pengetahuan yang mendalam dan menyelesaikan masalah lebih cepat,disbanding dengan orang-orang yang berjumlah sama, bekerja secara sendiri-sendiri. Jumlah kesalahan dapat diminimalisir.

Kualitas

Orang-orang yang bekerja secara kolaboratif, dapat saling mengoreksi kesalahan lebih cepat daripada mereka yang bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi dan penggunaan teknologi yang sesuai akan mempersingkat waktu perancangan dan produksi.

Inovasi

Orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dapat mendatangkan ide yang lebih inovatif tentang produksi, layanan, serta administrasi, ketimbang mereka yang bekerja secara terisolasi sendiri-sendiri.

Layanan Pelanggan

Orang-orang yang bekerja bersama-sama serta menggunakan perangkat kolaborasi dan jejaring sosial dapat menyelesaikan masalah dan keluhan pelanggan lebih cepat dan efektif daripada mereka yang bekerja secara individual.

Kinerja Keuangan, Keuntungan, Penjualan, dan Pertumbuhan Penjualan

Sebagai hasil dari semua hal yang disebutkan sebelumnya, perusahaan yang kolaboratif, memiliki penjualan, pertumbuhan penjualan, dan kinerja keuangan yang lebih unggul.

 

Bisnis yang kolaboratif tidak akan menghasilkan apapun tanpa adanya sistem informasi yang memungkinkan terwujudnya semua itu. Berikut adalah beberapa perangkat yang mendukung bisnis kolaborasi dan jejaring sosial:

  • Surel dan Pesan Instan (Instant Messaging-IM)
  • Wiki
  • Virtual Worlds
  • Platform Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial, seperti: Virtual Meeting System, Google Apps/Google sites dan Cloud Collaboration Services, Microsoft SharePoints, Lotus Notes, Perangkat Jejaring Sosial dalam Perusahaan

Dengan begitu banyaknya perangkat dan layanan yang tersedia bagi kolaborasi dan bisnis jejaring sosial, berikut adalah enam langkah yang akan menuntun Anda untuk memilih perangkat yang tepat dan dengan harga yang terjangkau untuk melakukan investasi pada aplikasi kolaborasi sehingga resikonya dapat diminimalisir:

  1. Apa tantangan dalam kolaborasi terkait tempat dan waktu yang dihadapi oleh perusahaan?
  2. Solusi apa yang tersedia? Buatlah daftar produk yang disediakan oleh vendor.
  3. Analisis setiap produk dari segi biaya dan manfat yang diterima perusahaan Anda. Pastikan Anda menyertakan biaya pelatihan dalam perkiraan biaya yang Anda buat dan biaya yang melibatkan divisi sistem informasi, jika diperlukan.
  4. Analisis resikko keamanan dan kelemahan dari setiap produk. Apakah perusahaan Anda tidak terdapat di internet? Apakah perusahaan Anda berani mengambil risiko terhadap kegiatan operasionalnya yang penting, untuk dikontrol secara sistem oleh perusahaan lain? Apa masalah finansial yang dihadapi vendor Anda? Apakah mereka akan tetap bertahan selama 2 smapai 5 tahun? Biaya apa saja yang akan timbul untuk beralih ke vendor lain, seandainya vendor sebelumnya bangkrut?
  5. Mintalah bantuan pada pengguna yang memahami untuk mengidentifikasi masalah implementasi dan pelatihan. Beberapa perangkat kolaborasi dan jejaring sosial tersebut lebih mudah digunakan ketimbang perangkat yang lain.
  6. Tentukan perangkat yang menjadi pilihan Anda, dan undang para vendor untuk mempresentasikannya.

 

2.4 Fungsi Sistem Informasi dalam Bisnis

                Hampir di setiap perusahaan bahkan yang terkecil sekalipun, Departemen Sistem Informasi adalah kelompok resmi dalam struktur organisasi yang bertanggung jawab dalam memberikan jasa/pelayanan di sektor teknologi informasi.Departemen Sistem Informasi bertanggung jawab memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpanan data, dan jaringan yang mencakup keseluruhan infrastruktur TI yang dimiliki perusahaan.

Departemen Sistem Informasi terdiri atas para spesialis seperti,pemrograman, analisis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi. Departemen ini dipimpin oleh direktur informasi.

Terdapat banyak jenis organisasi bisnis, dan terdapat banyak cara bagaimana fungsi teknologi informasi disusun dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang kecil, tidak akan memiliki kelompok sistem informasi yang formal. Mungkin perusahaan tersebut hanya memiliki satu orang karyawan yang bertanggung jawab memelihara jaringan dan menjalankan aplikasinya, atau menggunakan jasa konsultan dalam melakukan pekerjaan ini.Perusahaan yang lebih besar memiliki departemen sistem informasi yang tersendiri, yang diatur melalui cara-cara yang berbeda, bergantung ide dan kepentingan perusahaan.

 

Rangkuman: Chapter 1

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part One: Organizations, Management, and the Networked Enterprise

Chapter 1: Informations System in Global Business Today (Sistem Informasi Pada Bisnis Global Saat Ini)

1.1 Peran Sistem Informasi Saat Ini

      Sistem Informasi memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia bisnis.Apalagi sistem informasi berbasis teknologi, hal itu memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan suatu bisnis. Di dalam teknologi, ada 3 perubahan yang saling terkait satu sama lain. Antara lain:

  1. Kemunculan bentuk seluler digital (the emerging mobile digital platform)
  2. Pertumbuhan perangkat lunak online sebagai layanan
  3. Pertumbuhan komputasi awan dimana semakin banyak perangkat lunak bisnis yang berjalan melalui internet

Seperti yang kita ketahui bersama, sekarang ini banyak bermunculan perusahaan dengan bentuk digital (digital firm) dengan sistem informasi yang mengandalkan internet .Yang dimaksud dengan perusahaan digital yaitu dimana hampir semua hubungan bisnis yang signifikan organisasi dengan pelanggan, pemasok, dan karyawan secara digital diaktifkan dan dimediasi.Perusahaan memiliki fleksibiltas yang lebih tinggi daripada perusahaan biasanya. Mereka dapat menjangkau dan merespon apa yang sedang terjadi lebih cepat, dan menawakan kesempatan yang luar biasa bagi organisasi dan manajemen global yang lebih fleksibel.

Secara khusus, perusahaan bisnis berinvestasi dalam sistem informasi untuk mencapai enam tujuan strategi bisnis, antara lain:

  1. Keunggulan operasional
  2. Produk baru, layanan, dan model bisnis
  3. Pelanggan dan pemasok
  4. Peningkatan pengambilan keputusan
  5. Keunggulan kompetitif
  6. Kelangsungan hidup

1.2 Perspektif dalam Sistem Informasi

Definisi sistem informasi secara teknis sebagai seperangkat komponen yang saling terkait yang mengumpulkan (atau mengambil), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian dalam suatu organisasi.Terdapat perbedaan antara informasi dan data:

  • Informasi: data yang telah dibentuk menjadi bentuk yang berarti dan berguna untuk manusia
  • Data: aliran fakta mentah yang mewakili peristiwa yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan fisik sebelum mereka telah terorganisir dan disusun menjadi bentuk yang orang dapat memahami dan menggunakan

Tiga kegiatan dalam suatu sistem informasi menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk:

  1. Membuat keputusan
  2. Operasi pengendalian
  3. Menganalisis masalah
  4. Menciptakan produk atau jasa baru

  Tiga kegiatan dasar sistem informasi

e45e9a229d416394b2f1e16dd7f13689b46c20ca

Menggunakan sistem informasi secara efektif membutuhkan pemahaman tentang organisasi, manajemen, dan teknologi informasi.

  • Organisasi bisnis terdiri dari tiga tingkat utama: manajemen senior, manajemen menengah, dan sistem operasional manajemen.
  • Pekerjaan manajemen adalah untuk memahami keluar dari banyak situasi yang dihadapi oleh organisasi, membuat keputusan, dan merumuskan rencana aksi untuk memecahkan masalah organisasi.
  • Teknologi informasi adalah salah satu alat manajer yang digunakan untuk mengatasi perubahan, yang terdiri dari: perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, teknologi manajemen data, serta jaringan dan teknologi telekomunikasi.

 

1.3 Pendekatan Kontemporer Untuk Sistem Informasi

Untuk sistem informasi, digunakan beberapa pendekatan/studi berkaitan dengan isu-isu dan wawasan kontribusi:

  1. Pendekatan Teknis: untuk sistem informasi menekankan model matematis berdasarkan untuk mempelajari sistem informasi, serta teknologi fisik, dan kemampuan formal sistem ini.
  2. Pendekatan Perilaku: fokus dari pendekatan ini umumnya bukan pada solusi teknis sebaliknya, berkonsentrasi pada perubahan sikap, manajemen dan kebijakan organisasi, dan perilaku.

 

Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Sekarang!

Sebagai manusia, tentu saja kita menginginkan kondisi tubuh yang selalu fit dan prima. Pekerjaan dan mobilitas yang tinggi, menuntut kita untuk bisa mengimbanginya. Namun terkadang kita terlalu fokus memenuhi hal tersebut dengan mengesampingkan kondisi tubuh. Sehingga terkesan bahwa waktu istirahat dan waktu untuk berolahraga adalah sisa waktu dari pekerjaan kita. Padahal kedua waktu tersebutlah yang akan menjaga kondisi tubuh tetap fit dan prima.

Saya, sebagai mahasiswa merasakan perlunya kedua waktu tersebut dilakukan dengan teratur. Dengan begitu, maka akan terbentuk pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat merupakan upaya yang dilakukan secara teratur untuk memperoleh peningkatan kualitas tubuh yang lebih baik.

Secara pibadi, saya mengakui bahwa pola hidup sehat tersebut belum teraplikasi dengan baik dalam hidup saya. Namun, saya selalu berusaha untuk mengaplikasikannya melalui berbagai cara, yaitu diantaranya:

  1. Selalu sarapan pagi, saya merasa hal ini sangatlah penting untuk memulai hari. Karena, dengan sarapan pagi disekitar pukul 06.00-09.00, tubuh kita memperoleh kandungan zat yang dibutuhkan tubuh dalam beraktifitas. Sehingga selalu semangat menjalani hari. Sarapan pagi disini bukan berarti satu piring berisikan makanan yang berat dan banyak, cukup dengan segelas susu atau sebungkus roti.
  2. Memaksimalkan waktu istirahat, sebenarnya masalah kesehatan yang muncul dari dalam merupakan hal yang masih dalam kontrol kita. Misalnya, jika kita lapar, maka makanlah, jika tidak makan perut akan sakit, dan terus seperti itu kejadiannya. Sama halnya dengan saat tubuh kita memerlukan istirahat, maka istirahatlah. Berhenti melakukan apa yang kita lakukan, jangan diforsir. Karena yang paling mengerti tubuh kita adalah diri kita sendiri.
  3. Berolahraga, dalam praktiknya saya merasakan bahwa untuk berolahraga diperlukan niat dan kemauan yang sangat tinggi. Padahal waktu luang itu sudah ada, tinggal kita lakukan saja olahraga itu. Tapi tetap saja tidak dilakukan. Namun saya selalu berusaha untuk berolahraga diakhir pekan. Cukup olahraga yang ringan-ringan saja dengan intensitas dan frekuensi yang stabil, seperti jogging, senam, bersepeda, dan lainnya. Hal-hal tersebut dapat membantu tubuh mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan.

Tiga poin diatas merupakan poin-poin yang saya anggap cara paling dasar dalam memulai penerapan pola hidup sehat. Selain ketiga poin diatas, beberapa faktor pendukung lainnya juga harus dipehatikan, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tidak makan sembarangan (mengurangi fast food), dan sebagainya. Saya sangat menyadari akan pentingnya kondisi tubuh yang selalu fit dan prima. Untuk itu, saya akan terus berusaha untuk melakukan hal-hal diatas dan kegiatan pendukung lainnya untuk mencapai pola hidup sehat. Usia muda, tidak menjamin usia yang sehat, tapi apa salahnya untuk memulai hidup sehat? Ayo hidup sehat untuk hidup lebih berkualitas!

Riau, Kota Diatas Awan

Just want to share one of my assignment when I was on senior high school. Yes, I made an essay.


 

Semua makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini tentu diciptakan untuk tujuan tertentu. Mereka saling melengkapi. Kalaupun ada yang merugikan, bagi sebagian orang itu sangat menguntungkan. Seperti halnya manusia dan alam. Bukankah sudah jelas dalam semua ajaran manusia memiliki tugas untuk menjadi penjaga alam? Ya, penjaga. Menjaga dengan sepenuh hati, menjaga dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Menjaga dengan segenap jiwa, jika mereka masih ingin menikmati alam dengan indahnya.

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Diberi akal dan pikiran. Seharusnya kita bisa bertindak lebih bijaksana bukan? Menerima segala kemajuan zaman dengan memilahnya terlebih dahulu. Kita mengetahui mana yang benar dan tidak. Tapi tidak ada bukti dalam pengaplikasiannya bahwa kita memiliki akal dan pikiran. Alam ini sudah berlubang, sudah rusak, sakit. Kerusakan diamana-mana, pencemaran dimana-mana, hutan gundul, tanah longsor, sungai penuh limbah, laut tercampur dengan zat berbahaya, sampah menggunung disetiap sudut tempat. Kemana perginya para penjaga? Bukankah waktunya mereka untuk bekerja? Tidak, tidak ada penjaga lagi. Penjaganya berkhianat. Mereka lebih memilih menjadi penjaga yang lain, yang lebih menguntungkan untuk kehidupan dunia. Mereka lupa kalau mereka hidup diatas alam ini, bukan hidup diatas kasur yang empuk dengan harga selangit, bukan hidup didalam beton-beton yang mereka bangun sekuat tenaga demi terlindungi dari segala marabahaya. Bukan.

Lihatlah Kota Riau. Kota yang saat ini berada diatas awan. Bukan, Riau bukan kota yang seperti di negeri dongeng, bukan awan yang putih dan bersih. Awan itu sangat menakutkan, menyebarkan penyakit, merusak alam, bahkan menelan korban jiwa. Banyak orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di kota bersejarah ini. Tentu berita ini tidak begitu heboh, masalah lingkungan kalah pamor dengan para pejabat yang sibuk menimbun tabungan. Riau sedang sakit. Awan itu berasal dari asap pembakaran hutan. Riau dinilai memiliki kekayaan alam yang bernilai tinggi. Kota yang strategis untuk memperkaya diri. Akhirnya, tangan-tangan kotor dan tidak bertanggung jawab ini melakukan jalan pintas. Untuk membuka lahan, mereka membakar hutan-hutan yang ada. Cara ini lebih efisien, cepat, murah, sekaligus kejam. Daripada mereka harus menebang satu-persatu pohon yang ada. Cara itu membutuhkan waktu yang lama. Mereka takut sebelum selesai menebang dan membuka usaha, mereka sudah berada dibalik jeruji besi.

Miris memang. Akal dan pikiran mereka sudah tidak berfungsi lagi. Tentu mereka sangat sadar dan paham akibat yang bisa terjadi atas perbuatan mereka. Keseimbangan alam menjadi rusak, para binatang yang kehilangan tempat tinggalnya, warga sekitar menjadi terganggu kesehatannya. Dan anak-anak yang seharusnya bisa bermain dengan bebas kini dihantui asap yang mengerikan. Hanya bisa diam didalam rumah menunggu datangnya keajaiban yang akan mengembalikan keadaan seperti semula. Mereka yang kehilangan akal dan pikirannya itu tidak mau tahu. Mereka tidak peduli. Mereka memiliki urusan yang lebih penting dari semua itu.

Lantas apa lagi yang diharapkan para korban tidak bersalah ini? Pemerintah yang dijadikan harapan satu-satunya pun entah kemana. Pemerintah terlalu lamban menyelesaikan masalah yang sudah parah ini. Atau mereka juga takut kesehatannya terganggu? Takut asap-asap mengerikan itu mengotori pakaian mereka yang dibuat dengan edisi terbatas? Riau butuh pertolongan. Riau butuh janji yang dulu diucapkan dengan lantangnya, dengan beraninya. Janji akan kesejahteraan, kemakmuran, dan keamanan hidup. Lupakah mereka akan semua itu? Semoga saja tidak.

Tapi, masyarakat Riau tidak berputus asa. Setiap masalah yang terjadi pasti ada hikmah dan jalan keluarnya. Mereka percaya akan hal itu. Semoga mereka selalu dalam lindungan-Nya. Semoga pemerintah cepat bangun dari tidurnya dan segera menangani masalah ini. Semoga mereka yang menyebabkan masalah ini sadar dan menyesali apa yang telah diperbuat. Cukup Riau yang menjadi korban. Semoga Riau tidak hilang ditelan awan. Semoga Riau cepat sembuh dari sakitnya.