Rangkuman: Chapter 3

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part One: Organizations, Management, and the Networked Enterprise

Chapter 3:  Information Systems, Organizations, and Strategic (Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi)

3.1 Organisasi dan Sistem Informasi

        Organisasi (organization) adalah struktur sosial formal, stabil, yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan hasil.Definisi teknis ini berfokus pda 3 elemen dari organisasi.Modal dan tenaga kerja sebagai factor utama yang disediakan lingkungan. Organisasi (perusahaan) mengubah input tersebut ke dalam bentuk barang ataupun jasa melalui fungsi produksi. Barang dan jasa ini dikonsumsi oleh lingkungan dan sebagai timbal baliknya, lingkungan akan menyediakan kembali faktor produksi tersebut.

Interaksi antara teknologi informasi dengan organisasi begitu rumit dan dipengaruhi banyak faktor, termasuk diantaranyastruktur organisasi, proses bisnis, politik, budaya, lingkungan sekitar, dan keputusan manajemen.

Bagaimana definisi organisasi berhubugan dengan teknologi informasi? Sudut pandang organisasi secara teknis mendorong kita untuk fokus pada bagaimana input dikombinasikan untuk menghasilkan output ketika perubahan teknologi diperkenalkan ke dalam perusahaan. Perubahan teknologi memerlukan perubahan mengenai siapa yang memiliki dan mengendalikan informasi, siapa yang mempunyai hak untuk akses dan memperbarui informasi tersebut, dan siapa yang membuat keputusan tentang siapa, kapan, dan bagaimana.

Ciri-ciri organisasi

Seluruh organisasi modern memiliki karakteristik tertentu. Diantaranya yaitu:

  1. rutinitas dan proses bisnis
  2. politik organisasi
  3. budaya organisasi
  4. lingkungan
  5. struktur organisasi
  6. fitur-fitur organisasi lainnya

 

3.2 Bagaimana Dampak Sistem Informasi Bagi Organisasi Dan Perusahaan Bisnis

        Sistem informasi telah menjadi alat bantu yang integral, online, serta interaktif yang dilibatkan setiap saat dalam kegiatan operasional dan pengambilan keputusan pada perusahaan-perusahaan besar.

Dampak Ekonomi

  1. Teknologi informasi mengubah biaya modal dan biaya informasi yang bersifat relative/tidak langsung/bergantung kondisi tertentu. Sistem informasi dapat dipandang sebagai faktor produksi yang menggantikan modal dan tenaga kerja tradisional.
  2. Teknologi informasi memengaruhi biaya dan kualitas informasi serta mengubah nilai ekonomis suatu informasi. Teknologi informasi membantu perusahaan dalam mendapatkan kontrak dengan nilai yang pantas, karena teknologi informasi dapat menekan biaya transaksi.
  3. Teknologi informasi, terutama penggunaan jaringan, dapat membantu perusahaan dalam menekan biaya partisipasi pasar (biaya transaksi), menjadikan kontrak dengan pemasok eksternal lebih menguntungkan ketimbang menggunakan sumber daya internal.
  4. Teknologi informasi dapat mengurangi biaya internal manajemen.
  5. Teknologi informasi dengan mengurangi biaya perolehan dan analisis informasi, memungkinkan organisasi mengurangi biaya agen karena mempermudah para manajer dalam mengawasi jumlah karyawan yang lebih banyak.

 

Dampak Bagi Struktur dan Perilaku Organisasi

  1. IT meratakan organisasi, riset tentang perilaku menghasilkan teori bahwa teknologi informasi memfasilitasi pemerataan hierarki dalam suatu perusahaan dengan memperluas distribusi informasi guna memberdayakan karyawan di level bawah dan meningkatkan efisiensi manajemen.
  2. Organisasi pascaindustri, teori postindustrial (pasca era industri) lebih berdasarkan sejarah ketimbang ekonomi, juga mendukung gagasan bahwa teknologi informasi seharusnya meratakan hierarki. Dalam masyarakat pasca era industri, peningkatan wewenang bergantung pada pengetahuan dan kompetensi bukan hanya berdasarkan posisi formal saja.
  3. Memahami penolakan organisasi terhadap perubahan, sistem informasi dapat memengaruhi siapa yang mengerjakan apa, kepada siapa, kapan, dimana, dan bagaimana pada sebuah organisasi. Karena sistem informasi berpotensi mengubah struktur organisasi, budaya, proses bisnis dan strategi, seringkali ada begitu banyak penolakan terhadap teknologi saat diperkenalkan.
  4. Internet dan organisasi, internet memiliki dampak penting terhadap hubungan antar banyak perusahaan dan entitas di luar perusahaan, bahkan proses bisnis di dalam sebuah organisasi. Internet meningkatkan kemampuan akses, kapasitas penyimpanan, distribusi informasi, dan pengetahuan bagi organisasi.

 

Implikasi Dari Perancangan dan Pemahaman Tentang Sistem Informasi

        Untuk memberikan manfaat yang sebenarnya, sistem informasi harus dibangun dengan pemahaman yang jelas mengenai organisasi yang akan menggunakannya. Berikut adalah beberapa faktor utama organisasi dalam menentukan perencanaan suatu sistem baru:

  1. Lingkungan organisasi tersebut harus berfungsi
  2. Struktur organisasi: hierarki, spesialisasi, rutinita, dan proses bisnis
  3. Budaya dan politik organisasi
  4. Bentuk organisasi dan gaya kepemimpinan
  5. Kepentingan-kepentingan kelompok utama yang terpengaruh oleh kehadiran sistem serta sikap pekerja yang akan menggunakan sistem tersebut
  6. Jenis pekerjaan, keputusan, dan proses bisnis yang akan didukung oleh sistem informasi tersebut

 

 

3.3 Menggunakan Sistem Informasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif

       Dalam dunia nyata, kalian pasti menemukan beberapa perusahaan yang memiliki kinerja lebih baik ketimbang perusahaan lainnya.Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap memiliki keunggulan kompetitif. Selain mereka memiliki akses ke sumber-sumber  khusus yang tidak dimiliki pesaingnya, mereka juga mampu menggunakan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.

 Model Daya Kompetitif Michael Porter

         Model ini merupakan model yang paling umum digunakan dalam memahami keunggulan kompetitif perusahaan. Model ini memiliki 5 daya kompetitif yang dianggap menentukan nasib suatu perusahaan:

  1. Pesaing tradisional
  2. Pendatang bru dipasar
  3. Produk dan jasa pengganti (produk substitusi)
  4. Pelanggan
  5. Pemasok

 

Strategi Sistem Informasi Terkait Daya Kompetitif

Berikut adalah 4 strategi umum, yang maing-masing menggunakan sistem dan teknologi informasi:

  1. Biaya Kepemimpinan/Manajemen yang rendah
  2. Diferensiasi produk
  3. Fokus pada ceruk pasar
  4. Memperkuat keakraban dengan pelanggan dan pemasok

Dampak Internet Bagi Keunggulan Kompetitif

        Teknologi internet dibuat berdasarkan standar internasional yang dapat digunakan perusahaan manapun, mempermudah pesaing berkompetisi dalam harga serta mempermudah pesaing baru masuk ke dalam pasar.Karena informasi tersedia bagi setiap orang, internet memperkuat daya tawar pelanggan.Pelanggan dapat dengan cepat menemukan penyedia barang ataupun jasa yang memiliki harga paling murah di situs web.

Dampak hubungan internet pada daya kompetitif dan struktur industri

Daya Kompetitf

Dampak Internet

Produk pengganti atau jasa Memungkinkan produk baru untuk muncul dengan pendekatan baru untuk bertemu dan memenuhi kebutuhan serta melakukan fungsi-fungsi
Kekuatan tawar-menawar pelanggan Ketersediaan harga dan informasi produk secara global menggeser daya tawar kepada pelanggan
Kekuatan tawar-menawar pemasok Pengadaan melalui internet cenderung meningkatkan kekuatan tawar atas pemasok; pemasok dapat juga mendapat keuntungan dari berkurangnya hambatan untuk masuk pasar dan dari kehancuran distributor dan perantara lain yang berdiri diantara mereka dan pengguna mereka
Ancaman pendatang baru Internet mengurangi hambatan untuk masuk seperti kebutuhan untuk tenaga pemasaran, akses ke saluran, dan asset fisik; menyediakan teknologi untuk menjalankan proses bisnis yang membuat hal-hal lain lebih mudah untuk dilakukan
Posisi dan persaingan antara pesaing yang ada Memperluas pasar geografis, meningkatkan jumlah pesaing dan mengurangi perbedaan antara pesaing membuatnya lebih sulit untuk mempertahankan keuntungan operasional; menempatkan tekanan untuk bersaing pada harga

 

Model Rantai Nilai Organisasi Bisnis

        Selain model Porter, terdapat juga model rantai nilai. Model rantai nilai (value chain model) menekankan pada aktivitas spesifik pada organisasi bisnis di mana strategi kompetitif diaplikasikan dan sistem informasi sebaiknya ditempatkan untuk menimbulkan dampak strategis. Model rantai nilai memandang perusahaan sebagai rangkaian aktivitas dasar yang memberikan nilai terhadap barang atau jasa perusahaan.Aktivitas-aktivitas tersebut dapat dikategorikan sebagai aktivitas utama dan aktivitas pendukung.

Aktivitas utama sebagian besar berhubunga dengan produksi serta distribusi produk barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan, yang menciptakan nilai bagi pelanggan. Aktivitas pendukung memungknkan aktivitas utama berjalan lancer serta terdiri atas infrastruktur-infrastruktur organisasi, seperti manajemen dan administrasi, sumber daya manusia (perekrutan, penggajian, dan pelatihan karyawan), teknologi (meningkatkan mutu produk dan proses produksi), dan penyediaan bahan baku.

 

Sinergi, Kompetensi Inti, dan Strategi Berbasis Jaringan

        Sinergi adalah ketika hasil yang diberikan oleh suatu unit bisnis dapat digunakan sebagai masukan bagi unit bisnis lainnya, atau dua organisasi yang saling berbagi pasar dan keahlian, serta hubungan ini menekan biaya dan menghasilkan keuntungan. Cara lain dalam menggunakan sistem informasi untuk meraih keunggulan kompetitif adalah dengan cara memikirkan bagaimana perusahaan menunjang kompetensi inti yang dimilikinya. Kompetensi inti adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan yang membuatnya menjadi pemimpin berkelas dunia.

Kehadiran internet dn teknologi jaringan telah menginspirasi strategi meraih keunggulan melalui kemampuan perusahaan dalam menciptakan jaringan satu sama lain. Strategi berbasis jaringan diantaranya adalah menggunakan jaringan ekonomi, model perusahaan virtual, dan ekosistem bisnis.

 

 

3.4 Menggunakan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif: Isu-Isu Manajemen

        Sistem informasi yang strategis sering megubah organisasi berikut dengan produk, layanan, da prosedur operasionalnya, mengarahkan organisasi tersebut ke dalam pola perilaku baru.

Menopang Keunggulan Kompetitif

Sistem informasi sendiri tidak dapat menyediakan keunggulan bisnis yang abadi. Sejatinya, sistem dimaksudkan untuk tujuan strategis, tetapi lebihsering menjadi perangkat untuk menyelamatkan perusahaan yang diwajibkan untuk bertahan di bidang bisnisnya, atau mereka akan menghambat organisasi dalam melakukan perubahan strategis yang penting bagi keberhasilan pad masa depan.

 

Menggandeng TI Untuk Pencapaian Tujuan Bisnis

Riset mengenai TI dan kinerja bisnis telah menemukan bahwa:

  1. Semakin sukses suatu perusahaan menggandeng TI untuk mencapai tujuan bisnisnya, semakin banyak keuntungan yang diperoleh
  2. Hanya seperempat perusahaan yang berhasil menggandeng TI untuk mencapai tujuan bisnisnya

Perusahaan dan para manajer yang sukses memahami apa yang dapat dilakukan TI dan bagaimana cara dia bekerja, mereka mengambil peran aktif dalam penggunaannya dan mengukur perngaruhnya bagi pendapatan dan laba.

Mengelola Transisi Strategis

Mengadopsi sistem strategis seperti yang dijelaskan pada bab ini, mensyaratkan perubahan dalam tujuan bisnis, hubungan dengan pelanggan dan pemasok, serta proses bisnis. Perubahan sosioteknis tersebut, memengaruhi elemen sosial maupun elemen teknik dalam suatu perusahaan yang dapat dianggap sebagai transisi strategis-pergerakan antar tingkat di dalam sistem sosioteknis

Perubahan semacam ini sering kali memerlukan peleburan batasan-batasan di dalam organisasi, antara eksternal dengan internal.Pemasok dan pelanggan menjadi terhubung erat dan memungkinkan untuk saling berbagi tanggung jawab. Manajer mungkin perlu untuk merancang proses bisnis yang baru untuk mengoordinasikan aktivitas perusahaannya dengan para pelanggan, pemasok, dan organisasi lainnya.

About Flowry Adni Jannatia

Cirebonese-Who doesn't love banana? Give it to me.