Rangkuman: Chapter 4

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part One: Organizations, Management, and the Networked Enterprise

Chapter 4:  Ethical and Social Issues in Information System (Isu Sosial dan Etika Dalam Sistem Informasi)

Pertumbuhan penggunaan informasi saat ini sangat beragam.Awalnya informasi digunakan untuk hal-hal yang memang dianggap penting.Namun realitanya membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi pedang bermata dua.Ia bisa menjadi sumber yang memberi banyak manfaat, tetapi juga dapat menciptakan peluang dalam menyerang kearah yang merugikan, dan menggunakan informasi yang diperoleh secara tidak bertanggung jawab tersebut dengan berbagai cara.

 

4.1 Memahami Masalah Etika dan Sosial yang Berkaitan dengan Sistem

        Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini begitu banyak kasus yang memperlihatkan kegagalan seorang manajer menengah dan senior dalam memberikan penilaian etika.Penyimpangan dalam penilaian etika dan bisnis ini terjadi di berbagai industri secara meluas.

Meskipun kegagalan instansi-instansi dalam memberikan penilaian hukum dan etika bukan disebabkan oleh departemen sistem informasi, sistem informasi adalah alat bagi banyak pelanggaran ini.

Etika (ethics) mengacu pada prinsip-prinsip benar-salah mengenai apa yang dilakukan seorang indiviu sebagai makhluk moral yang bebas, yang digunakan untuk membimbing perilakunya. Isu etika menjadi begitu penting semenjak kemunculan internet dan perdagangan elektronik (e-commerce).Internet dan teknologi perusahaan digital semakin mempermudah dalam mengumpulkan, memadukan, dan mendistribusikan informasi ketimbang sebelumnya, memperlancar urusan mengenai penggunaan informasi konsumen secara tepat, perlindungan privasi pribadi, dan perlindungan kekayaan intelektual.Masalah etika lainnya yng ditekankan terkait dengan sistem informasi adalah membangun konsekuensi yang dapat diukur dalam sistem informasi, menentukan standar untuk menjaga kualitas sistem yang melindungi keamanan individu dan masyarakat, serta mempertahankan nilai dan institusi yang dianggap penting bagi kualitas hidup didalam masyarakat yang informatis.

 

Model pemikiran tentang isu etika, sosial, dan politis

        Isu etika, sosial, dan politis saling berkaitan erat.Teknologi informasi memiliki hubungan seperti lingkaran yang terus berkaitan, menimbulkan isu etika, sosial, dan politis baru yang harus ditangani di tingkat individu, sosial, dan politis. Isu ini memiliki lima dimensi, yaitu:

  • Hak dan kewajiban informasi
  • Hak dan kewajiban terkait kepemilikan
  • Akuntabilitas dan pengendalian
  • Kualitas sistem
  • Kualitas hidup

Tren utama dari teknologi yang mengedepankan isu etika

Isu etika telah mendahului teknologi informasi sejak lama.Namun, teknologi informasi telah meningkatkan perhatian tentang isu etika, mengganggu tatanan sosial yang telah ada, dan membuat beberapa aturan menjadi kuno atau beberapa menjadi lumpuh. Ada 5 tren utama dari teknologi yang bertanggung jawab  terhadap tekanan-tekanan di bidang etika.

Tren teknologi yang meningkatkan/memiliki dampak isu etika:

TREN

DAMPAK

Kecepatan komputer bertambah dua kali lipat setiap 18 bulan Semakin banyak perusahaan yang bergantung pada sistem komputer dalam menjalankan kegiatan-kegiatan lainnya
Biaya penyimpanan data menurun dengan cepat Perusahaan dapat dengan mudah memelihara secara terperinci masing-masing database-nya
Kemajuan analisis data Perusahaan dapat menganalisis data dalam jumlah besar tentang seseorang guna dikembangkan menjadi profil perilaku mereka secara terperinci
Kemajuan teknologi jaringan Menyalin data dari satu lokasi ke lokasi yang lain dan mengakses data pribadi dari lokasi yang jauh dengan lebih mudah
Dampak pertumbuhan perangkat telepon genggam Ponsel seseorang mungkin sedang disadap tanpa sepengetahuan pemiliknya

Teknologi analisis data baru yang disebut nonobvious relationship awareness (NORA) telah meningkatkan kemampuan organisasi swasta dan pemerintahan dalam melakukan profiling. NORA dapat memperoleh informasi mengenai seseorang dari berbagai sumber yang berbeda, seperti lamaran pekerjaan, rekaman telepon, daftar pelanggan, serta daftar orang “dicari” (penjahat) dan mengorelasikan hubungan-hubungan dalam informasi tersebut untuk menemukan hubungan-hubungan tersembunyi dalam mengidentifikasi kriminal maupun teroris.

Akhirnya, kemajuan dibidang jaringan, termauk diantaranya internet, menjanjikan penurunan biaya perpindahan secara signifikan dan mengakses data dalam jumlah besar serta penggalian data berskala besar dari jarak jauh dengan menggunaan mesin desktop, memungkinkan terjadinya pelanggaran privasi berskala dengan tingkat kecermatan yang tidak terbayangkan.

 

 

4.2 Etika dalam Sebuah Masyarakat Informasi

Konsep dasar: Responsibilitas, Akuntabilitas, dan Liabilitas

        Pilihan etika adalah keputusan-keputusan yang dibuat oleh individu yang bertanggug jawab terhadap konsekuensi tindakannya.Responsibility (pertanggungjawaban) adalah elemen utama dari tindakan etika. Yang mengandung arti bahwa Anda menerima kemungkinan biaya yang akan timbul, tugas dan kewajiban atas keputusan yang telah dibuat. Akuntabiltas (accountability) adalah fitur dari sistem dan institusi sosial: hal tersebut berarti ada mekanisme yang sesuai untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab mengambil tindakan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut. Sistem dan institusi yang tidak mampu menemukan orang yang pantas melakukan tindakan tertentu, pada dasarnya tidak mampu memberikan analisis etika ataupun tindakan etika.Liabilitas (liability) merupakan konsep dari responsibility yang mengarah lebih jauh ke bidang hukum. Liabilitas merupakan fitur dari sistem politik di mana suatu badan hukum di suatu tempat mengizinkan seseorang untuk menerima perbaikan kerusakan yang terjadi pada dirinya yang disebabkan oleh orang lain, sistem, maupun organisasi. Proses hukum (due process) adaah fitur yang berhubungan dengan masyarakat yang berbadan hukum dan merupakan sebuah proses di mana hukum dipahami dan dimengerti, serta ada kemampuan untuk mengajukan perkara ke pihak berwenang yang lebih tinggi untuk menjamin hukum dengan benar.

Konsep-konsep dasar ini membentuk analisis etika yang mendasar dari sistem informasi oleh orang-orang yang mengelolanya. Menggunakan teknologi informasi dengan tanggung jawab sosial memiliki arti bahwa Anda dapat dan akan bertanggung jawab terhadap konsekuensi perbuatan Anda .

Analisis Etika

Ketika kamu berhadapan dengan situasi yang memperlihatkan isu-isu etika bagaimana seharusnya Anda menganalisis hal tersebut? Lima langkah proses berikut akan membantu:

  1. Identifikasi dan gambaran fakta secara jelas
  2. Definisikan konflik atau dilema dan identifikasikan nilai-nilai yang lebih tinggi yang terikat
  3. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan
  4. Identifikasi pilihan-pilihan beralasan kuat yang bisa Anda ambil
  5. Identifikasi konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi dari pilihan yang Anda ambil

 

Prinsip-Prinsip Utama Etika

Beberapa prinsip etika yang berakar dalam banyak kebudayaan yang telah bertahan sepanjang sejarah:

  1. Perlakukan orang lain seperti yang kamu inginkan orang lain perlakukan kepadamu (Golden Rule)
  2. Jika suatu tindakan tidak pantas bagi setiap orang, itu tidak pantas bagi seseorang (Immanuel Kant’s Categorical Imperative)
  3. Jika suatu tindakn tidak dapat dilakukan berulang-ulang, maka tida dapat diterapkan secara menyeluruh (Descartes’ rule of change)
  4. Ambil tindakan yang memberi nilai yang lebih tinggi atau lebih besar (Utilitarian Principle)
  5. Ambil tindakan yang memberikan kerugian paling sedikit atau biaya paling murah (Risk Aversion Principle)
  6. Asumsikan bahwa seluruh benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud adalah milikseseorang sampai ada deklarasi spesifik yang menyatakan sebaliknya (disebut dengan aturan etika-No Free Lunch Rule)

 

Kode Etik Profesional

        Ketika sekelompok orang mengklaim sebagai professional, mereka memikul hak dan kewajiban yang khusus karena pengakuan khusus mereka terhadap pengetahuan, kebijaksanaan, dan kehormatan.Contohnya adalah Asosiasi Medis Amerika (American Medical Association-AMA).

Beberapa Dilema Etika Dalam Dunia Nyata

       Sistem informasi telah menciptakan dilema etika yang baru, yang salah satunya berupa rangkaian kepentingan yang saling berseteru satu sama lain. Dalam berbagai contoh, Anda dapat menemukan nilai-nilai yang saling berseteru di tempat kerja Anda, dengan kelompok-kelompok yang berkumpul untuk melakukan debat. Sebagai contoh peerusahaan mungkin berpendapat bahwa ia memiliki hak menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitasnya dan melakukan perampingan tenaga kerja untuk menekan biaya dan mempertahankan bisnis.

 

 

4.3 Dimensi Moral dalam Sistem Informasi

Pada bagian ini, kita akan melihat lebih dekat lima dimensi moral dari sistem informasi yang dijelaskan sebelumnya

1. Hak Informasi: Privasi dan Kebebasan Di Era Internet

     Privasi (privacy) adalah hak seseorang untuk tinggal seorang diri, bebas dari pengawasan maupun campur tagan pihak lain ataupun organisasi, termasuk Negara.

Undang-undang federal yang mengatur privasi di AS:

Undang-Undang Privasi Federal Umum

Undang-Undang Privasi yang memengaruhi institusi swasta

Amandemen UU Kebebasan Informasi tahun 1965 (Freedom of Information Act of 1965 as amendend) UU Pelaporan Kredit yang Adil (Fair Credit and Reporting Act) tahun 1970
Amandemen UU Privasi tahun 1974 (Privacy Act of 1974 as amended) UU Hak dan Privasi Pendidikan (Family Educational Rights and Privacy Act) tahun 1974
UU Privasi Komunikasi secara Elektronik (Electronic Communication Privacy Act) tahun 1980 UU Privasi Keuangan (Right to Financial Privacy Act) tahun 1978
UU Perlidungan Privasi dan Penyesuaian Komputer (Computer Matching and Privacy Protection Act) tahun 1988 UU Perlindungan Privasi (Privacy Protection Act) tahuun 1980
UU Keamanan Komputer (Computer Security Act) tahun 1987 UU Kebijakan Komunikasi Lewat Kabel (Cable Communication Privacy Act) tahun 1986
UU Integritas Manajer Keuangan Federal (Federal Manager’s Financial Integrity Act) tahun 1982 UU Privasi Komunikasi secara Elektronik (Electronic Communication Privacy Act) tahun 1986
UU Perlindungan Privasi Pengemudi (Driver’s Privacy Protection Act) tahun 1996 UU Perlindungan Privasi Video ( Video Privacy Protection Act) tahun 1988
UU E-Government  (E-Government Act) tahun 2002 UU Akuntabilitas dan Portabilitas Asuransi Kesehatan (The Health Insurance Portability and Accountability Act-HIPAA) tahun 1996

UU Perlindungan Privasi Online Anak-Anak (Children’s Online Privacy /Protection Act-COPPA) tahun 1998

UU Moderenisasi Keuangan atau UU Gramm-Leach-Billey (Financial Modernization Act/Gramm-Leach-Billey Act) tahun 1999

Teknologi internet telah menghadirkan tantangan baru bagi perlindungan privasi seseorang informasi yang dikirim pada jaringan luas ini, akan melewati berbagai macam sistem berbeda yang dapat memantau, menangkap, dan menyimpan setiap pertukaran informasi yang melewatinya. Diantaranya:

Cookies adalah teks kecil yang tersimpan pada hard disk ketika pengguna mengunjungi suatu situs web. Web Beacon sering juga disebut web bugs (atau secara sederhana file pelacak) adalah perangkat lunak kecil yang berguna untuk menyimpan rekaman “klik” yang dilakukan oleh pengguna selama online dan melaporkan hal ini ke pemilik perangkat lunak tersebt secara tak terlihat dan melekat pada pesan melalui surel dan laman web yang dirncang untuk memantu perilaku pengguna yang mengunjungi situs web tersebut atau mengirimkan surel. Spyware lainnya yang dapat secara diam-diam menginstall dirinya sendirike komputer pengguna dengan menumpang pada aplikasi yang lebih besar.

2. Hak Kekayaan: Kekayaan Intelektual

Kekayaan Intelektual dianggap sebagai harta tak berwujud  yang diciptakan oleh seseorang ataupun organisasi. Teknologi informasi telah mempersulit perlindungan terhadap kekayaan intelektual dikarenakan informasi yang terkomputerisasi dapat dengan mudah disalin atau disebarluaskan lewat jaringan. Kekayaan intelektual adalah subjek/pokok persoalan bagi berbagai macam jenis perlindungan di bawah naungan tiga tradisi resmi berikut:

  1. Rahasia Dagang; setiap produk hasil karya intelektual-sebuah formula, perangkat, pola, atau kompilasi dan yang digunakan untuk tujuan bisnis dapat digolongkan sebagai rahasia dagang (trade secret).
  2. Hak Cipta; atau copyright adalah hak yng dijamin oleh undang-undang untuk melindungi pencipta karya intelektual dari tindakan duplikasi yang dilakukan oleh pihak lain dengan tujun apapun sepanjang hidup pencipta karya tersebut ditambah 70 tahun sesudah kematiannya.
  3. Paten; atau patent mengizinkan pemiliknya melakukan monopoli eksklusif terhadap ide penemuan yang diperolehnya selama 20 tahun.

Tantangan bagi Hak Kekayaan Intelektual itu sendiri yaitu teknologi informasi terkini terutama perangkat lunak menimbulkan tantangan-tantangan yang luar biasa terhadap hak kekayaan intelektual, sekaligus menciptakan masalah-masalah etika, sosial, dan politik yang signifikan. Media digital dibedakan ke dalam bentuk buku, majalah, dan media lainnya untuk mempermudah replikasi (memperbanyak cetakan); perpindahan dan perubahan; sedangkan kesulitan dalam mengelompokkan karya perangkat lunak sebagai program, buku ataupun musik; keringkasan-membuat pencurian mudah dilakukan; dan sulitnya menciptakan keunikan dalam karya tersebut.

 

3. Akuntabilitas, Liabilitas, dan Pengendalian

       Bersamaan dengan undang-undang kekayaan dan privasi, teknologi informasi baru memberikan tantangan bagi liabilitas hukum dan praktik sosial yang sudah ada dalam melindungi instansi dan masyarakat.

 

4. Kualitas Sistem: Kualitas Data dan Kesalahan Sistem

       Perdebatan mengenai liabilitas dan akuntabilitas mengenai konsekuensi yang tidak dianggap akibat penggunaan sistem melibatkan dimensi moral yang mandiri, namun saling terkait. Tiga sumber pokok dari kinerja sistem yang bobrok adalah: celah/kelemahan dan kesalahan pada sistem, kegagalan perangkat keras ataupun fasilitas lainnya, kulitas input data yang buruk.

5. Kualitas Hidup: Keadilan, Akses, dan Batasan

       Beban sosial negative dalam memperkenalkan teknologi dan sistem informasi terus meningkat seiring pertumbuhan kekuatan teknologi.Banyak dari konsekuensi negatif di bidang sosial ini datang bukan dari pelanggaran terhadap hak individu ataupun pelanggaran kekayaan saja.Namun konsekuensi negative ini dapat sangat merugikan individu, masyarakat, dan institusi politik sekalipun. Berikut adalah beberapa konsekuensi negatif dibidang sosial yang ditimbulkan oleh sistem dengan mempertimbangkan respons dari individu, sosial, maupun institusi politik:

  1. Menyeimbangkan Kekuatan: Pusat vs Tepian
  2. Kecepatan Perubahan: Berkurangnya Waktu Respons terhadap Persaingan
  3. Mengelola Batasan: Keluarga, Pekerjaan, dan Waktu Luang
  4. Ketergantungan dan Kerentanan
  5. Kejahatan dan Penyalahgunaan Komputer
  6. Ketenagakerjaan: Dampak Buruk Teknologi dan Penataan Ulang Pekerjaan yang Hilang
  7. Kesetaraan dan Hak Akses: Meningkatnya Kesenjangan Sosial dan Pembedaan Ras
  8. Risiko Kesehatan: RSI, CVS, dan Technostress

About Flowry Adni Jannatia

Cirebonese-Who doesn’t love banana? Give it to me.