Rangkuman: Chapter 6

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part Two: Information Technology Infrastructure

Chapter 6: Foundations of Business Intelligence: Databases and Information Management (Dasar-Dasar Intelijen Bisnis : Database dan Manajemen Informasi)

6.1 Mengorganisasikan Data dalam Lingkungan File Tradisional

        Sistem informasi yang efektif menyediakan pengguna informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Informasi yang akurat berarti bebas dari kesalahan. Informasi yang tepat waktu berarti informasi yang tersedia pada saat diperlukan oleh pengambil keputusan. Informasi dianggap relevan ketika ia memberi manfaat serta sejalan dengan pekerjaan dan keputusan yang akan dibuat.

Istilah Dan Konsep Dalam Pengorganisasian File

Pemrosesan file tradisional

dasardasar-intelegensi-bisnis-basis-data-dan-manajemen-informasi-3-638

Masalah-masalah dalam lingkungan data tradisional

  • Redudansi dan Inkonsistensi Data

Redudansi data (data redundancy) adalah kehadiran data ganda pada beberapa file data yang tersimpan di bebeapa tempat atau lokasi. Redudansi data terjadi ketika kelompok-kelompok yang berbeda pada sebuah organisasi secara independen mengumpulkan data yang sama dan menyimpannya masing-masing. Sedangkan yang dimaksud Inkonsistensi Data (data inconsistency) adalah dimana atribut-atribut yang ada memiliki nilai yang berbeda.

  • Ketergantungan Program Data

Ketergantungan program data mengacu pada satu paket data yang tesimpan pada file dan diperlukan oleh program-program tertentu untuk memperbarui dan mengelola file-file tertentu sehingga program tersebut perlu mengubah data-data tersebut.

  • Kurangnya Fleksibilitas

Sistem file tradisional dapat mengirimkan laporan rutin sesuai jadwal setelah upaya pemrograman yang ekstensif, namun tidak dapat mengirimkan laporan-laporan ad-hoc  (hanya dipelukan pada situasi khusus saja) atau merespon kebutuhan informasi yang tidak dapat diantisipasi pada kondisi waktu tertentu. Informasi-informasi tersebut diperlukan oleh permintaan-permintaan ad-hoc  (hanya dipelukan pada situasi khusus saja) di suatu tempat pada sistem tersebut, tetapi terlalu mahal untuk disediakan.

  • Sistem Keamanan yang Buruk

Karena longgarnya pengendalian atau pengelolaan terhadap data, akses dai penyebaran informasi menjadi tidak terkendali. Manajemen mungkin tidak memiliki cara untuk mengetahui siapa yang mengakses ataupun mengubah data organisasi.

  • Kurangnya Ketersediaan dan Pendistribusian Data

Karena bagian-bagian informasi yang terdapat pada file-file yang berbeda dan bagian-bagian organisasi tidak dapat dihubungkan satu sama lain, jelas adalah tidak mungkun untuk mendistribusikan dan mengakses informasi pada waktu bersamaan. Informasi tidak dapat mengalir dengan baik lintas area fungsional, pada bagian dan divisi-divisi pada organisasi. Jika pengguna tahu nilai yang ditemukan pada bagian informasi yang sama saling berbeda, mereka mungkin tidak akan mau menggunakan sistem tersebut karena mereka tidak dapat memercayai akurasi datanya.

 

 

6.2 Pendekatan Database untuk Pengelolaan Data

        Database adalah sekumpulan data yang diorganisasikan untuk melayani berbagai aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggandaan data.

  • Sistem Manajemen Database

Sistem manajemen database (database management system) adalah perangkat lunak yang memungkinkan suatu organisasi memusatkan data, mengelola mereka secara efisien, dan menyediakan akses terhadap data yang disimpan oleh program aplikasi.

DBMS meringankan pekerjaan pemrogram dan pengguna dengan cara memahami dimana dan bagaimana suatu data disimpan dengan memberikan tampilan terpisah pada data fisik dan data logis.

  • DBMS Relasional

DBMS terkini menggunakan model-model yang berbeda untuk memantau entitas, atribut, dan hubungan. Jenis DBMS yang paling populer bagi PC ataupun mainframe saat ini adalah DBS relasional. DBMS relasional menampilan data menjadi tabel dua dimensi (yang disebut relasi). Tabel juga dapat dianggap file.

  • Database Non-Relasional dan Database pada Sistem Cloud Computing

Sistem ini menggunakan model data yang lebih fleksibel dan dirancang untuk mengelola data berukuran besar yang didistribusikan pada banyak perangkat serta mempermudah dalam meningkatkan ataupun menurunkan skalabilitas. Sistem ini sangat berguna untuk menangani permintaan-permintaan data sederhana pada data terstruktur maupun yang tidak memiliki skala besar.

 

Kapabilitas Sistem Manajemen Database

        DBMS memiliki kemampuan untuk mengorganisir, mengatur, dan mengakses data dalam database. Yang terpenting adalah data kamus, data definisi suatu bahasa, dan data manipulasi data.  DBMS memiliki kapabilitas definisi data untuk menspesifikasikan struktur konten database. Definisi data digunakan untuk membuat tabel database dan untuk mendefinisikan karakteristik field pada setiap tabel. Informasi tentang database ini akan didokumentasikan dalam kamus data.

Meminta dan Melaporkan

        DBMS menyertakan perangkat untuk mengakses dan memanipulasi informasi pada database. Sebagian besar DBMS memiliki bahasa tersendiri yang disebut bahasa manipulasi data yang digunakan untuk menambah, mengubah, menghapus dan mengambil data pada database.

 

Mendesign Database

        Untuk membuat sebuah database, Anda harus memahami hubungan antar data, jenis data yang akan di kelola dalam database, bagaimana data akan digunakan, dan bagaimana sebuah organisasi akan membutuhkan perubahan untuk mengatur data dari sudut pandang perusahaan.

Normalisasi dan Diagram Relasi Entitas

        Untuk menggunakan model database relasional secara efektif, kelompok data yang rumit harus disederhanakan untuk meminimalisasi elemen-elemen data yang ganda serta hubungan-hubungan jamak yang janggal. Proses menciptakan struktur data yang ringkas, stabil serta fleksibel dan adaptif dari kelompok-kelompok data yang rumit dinamakan normalisasi.

 

 

6.3 Memanfaatkan Database untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis dan Pengambilan Keputusan

         Perusahaan menggunakan database untuk melacak transaksi dsar, seperti membayar pemasok, memproses pesanan, melacak pelanggan, dan membayar gaji karyawan.

Dalam perusahaan besar, dengan database atau basis data atau sistem yang besar untuk fungsi yang berbeda, sepeti produksi, penjualan, dan akuntansi, kemampuan dan alat khusus dibutuhkan untuk menganalisis data dalam jumlah yang sangat besar dan untuk menghubungkan data dari berbagai macam sistem.

Data Warehouse

Data Warehouse adalah data yang menyimpan data historis dan data terkini yang berpengaruh bagi kepentingan pengambil keputusan di seluruh perusahaan. Data warehouse menghasilkan data historis dari data terkini dari berbagai sistem operasi pada organisasi.

 

Data Mart

Data Mart adalah bagian dari data warehouse yang diringkas atau dikhususkan untuk penanganan jenis-jenis data tertentu pada database yang terpisah untuk kelompok pengguna yang telah ditentukan.

 

Alat Untuk Bisnis Intelijen: Multidimensi Data Analis Dan Data Mining

Ketika data telah direkam dan diorganisasikan dengan menggunakan teknologi intelijen bisnis, mereka tersedia bagi analisis lebih lanjut dengan menggunakan perangkat lunak untuk meminta dan melaporkan database, analisis data multidimensional, dan data mining.

  • Pemrosesan Analitis Online (OLAP)
  • Data Mining
  • Teks Mining dan Web Mining

 

Database dan Web

Banyak perusahaan yang menggunakan situs web yang ditautkan dengan database internal korporat. Saat ini, banyak perusahaan yang menggunakan web untuk membuat beberapa informasi dalam database internal mereka disediakan bagi pelanggan dan rekan bisnis.

 

 

6.4 Mengelola Sumber Data

Menetapkan Kebijakan Informasi

Kebijakan informasi (information policy) menentukan aturan organisasi dalam hal pembagian, penyebaran, perolehan, standardisasi, klasifikasi, dan penyimpanan informasi. Undang-undang kebijakan informasi dapat saling dibagikan oleh pengguna dan unit organisasi, di mana infomasi dapat didistribusikan , dan siapa yang bertanggung jawab untuk memperbarui dan memelihara informasinya.

Administrasi data (data administration) bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur yang mengatur data sebagai sumber daya organisasi. Organisasi yang besar juga memiliki rancangan database dan kelompok manajemen didalam inti sistem informasi perusahaan yang bertanggung jawab untuk mendefinisikan dan mengatur dari isi database, serta memelihara database tersebut.

 

Memastikan kualitas data

        Database dan kebijakan informasi yang dirancang dengan baik akan berlanjut pada jaminan bahwa perusahaan akan memiliki informas yang diperlukannya. Namun, langkah-langkah tambahan harus diambil untuk memastikan bahwa data dalam database perusahaan akurat dan tetap dapat diandalkan.

Beberapa dari permasalahan kualitas data disebebkan oleh data ganda dan tidak konsisten yang dihasilkan oleh banyaknya sistem yang dimasukkan ke dalam data warehouse. Sebagai contoh, sistem pemesanan penjualan dan sistem manajemen persediaan keduanya akan mempertahankan data mengenai produk-produk perusahaan.

Permasalahaan kualitas data bukan hanya merupakan permasalahan dalam bisnis semata, tetapi juga menimbulkan permasalahan yang serius bagi individual, memengaruhi kondisi kehidupan mereka, dan bahkan pekerjaan mereka.

About Flowry Adni Jannatia

Cirebonese-Who doesn't love banana? Give it to me.