Rangkuman: Chapter 9

Referensi Buku: 

0132142856.01.MZZZZZZZ

Judul Buku : Management Information System (Managing Digital Firm), 12th Edition

Penulis       : Jane P. Laudon, Kenneth C. Laudon

Penerbit     : Prentice-Hall Inc.

 

Part Three: Key System Application for The Digital Age

Chapter 9:  Achieving Operational Excellence and Customer Intimacy: Enterprise Applications (Mencapai Keunggulan Operasional dan Keakraban Pelanggan: Aplikasi Perusahaan)

9.1 Sistem Perusahaan (Bisnis)

        Perusahaan di era sekarang ini sangat penting untuk memiliki hubungan yang luas baik secara internal maupun eksternal. Dimana jika kita membangun sebuah perusahaan, maka kita akan secara otomatis harus mempelajari apa saja yang ada didalamnya. Bagaimana hubungan sebab akibat dari semua aspek yang ada dalam perusahaan.

Apa itu Sistem Perusahaan (Bisnis)

Sistem Perusahaan (Bisnis) atau yang juga diketahui sebagai sistem sumber daya perencanaan perusahaan (bisnis), yang berdasarkan pada pada sebuah paket modul software yang terintegrasi dan database pusat biasa. Database mengumpulkan data dari berbagai divisi yang berbeda dan departemen dalam perusahaan, dan dari sejumlah besar kunci proses bisnis di bidang manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia, membuat data tersedia untuk aplikasi yang mendukung hampir semua kegiatan bisnis internal perusahaan.

Software Perusahaan

Software perusahaan dibangun oleh sekitar ribuan proses penetapan bisnis yang merefleksikan praktik yang terbaik. Jadi sebelum menentukan softwarenya, perusahaan harus terlebih dahulu menentukan fungsi sistem itu ingin seperti apa digunakannya dan memetakan proses bisnis yang ada menjadi ketetapan bisnis dalam sebuah software.

Jika software perusahaan tidak mendukung cara yang perusahaan ingin capai, maka perusahaan dapat menuliskan kembali beberapa software yang mendukung proses bisnis mereka. Namun, bagaimanapun software perusahaan biasanya tidak kompleks dan perubahan (modifikasi) yang luas dapat bisa saja menurunkan sistem kinerja, informasi yang kompromi dan proses integrasi adalah keuntungan utama dari sebuah sistem.

Nilai Bisnis Sistem Perusahaan Enterprise

Sistem Perusahaan menyajikan nilai baik melalui efisiensi peningkatan operasional dan melalui penyajian informasi secara luas sebuah perusahaan yang membantu manajer dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Perusahaan yang besar dengan banyak unit operasi di lokasi yang berbeda harus menggunakan sistem perusahaan untuk menyelenggarakan standar praktik dan data, begitupun dengan semua orang yang melakukan bisnis dengan cara yang sama di seluruh dunia.

Sistem perusahaan enterprise menyediakan informasi yang bernilai untuk meningkatkan pembuatan keputusan. Kantor pusat memiliki akses untuk mengetahui semua hal terbaru dalam setiap menit baik data penjualan, persediaan, dan produksi dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat perkiraan yang lebih akurat mengenai penjualan dan produksi. Software perusahaan termasuk pada alat analisis untuk menggunakan data yang terekam oleh sistem untuk mengevaluasi kinerja perusahaan (organisasi) secara keseluruhan.

 

 

9.2 Sistem Manajemen Rantai Persediaan

Rantai Persediaan

         Rantai persediaan sebuah perusahaan adalah sebuah network (jaringan) dari sebuah organisasi dan proses bisnis untuk pengadaan bahan-bahan baku, yang ditransformasikan (diubah) menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. Setelah itu mendistribusikan barang jadi kepada konsumen. Hal itu menghubungkan antara pemasok, proses manufaktur, pusat distribusi, toko-toko eceran, dan konsumen untuk menyediakan barang dan jasa dari sumbernya memlalui konsumsi. Bahan baku, informasi, dan arus pembayaran  melalui rantai penyediaan dari dua arah.

Barang bermula dari bahan baku, dan pindah melalui rantai persediaan, yang ditransformasikan menjadi barang setengah jadi. Kemudian barang yang telah jadi dikirimkan ke pusat distribusi dan dari sanalah para pengulak dan konsumen mendapatkan barang atau jasa.

Sistem Informasi dan Manajemen Rantai Penyediaan

Ketidakefisienan dalam rantai penyediaan, seperti seringnya tekor (kekurangan), sumber-sumber yang masih belum maksimal dimanfaatkan, barang jadi yang terlalu banyak di ruang penyediaan, atau biaya angkut yang tinggi, yang diakibatkan oleh informasi yang tidak akurat atau tidak tepat waktu. Satu masalah yang berulang dalam manajemen rantai pasokan adalah bullwhip effect, di mana informasi tentang permintaan untuk produk terdistorsi saat lewat dari satu entitas ke yang berikutnya di seluruh rantai pasokan.

Software Manajemen Rantai Penyediaan

Software Manajemen Rantai Penyediaan diklasifikasikan sebagai software lain yang membantu perencanaan bisnis, rantai penyediaan mereka (perencanaan rantai penyediaan) atau software yang membantu mereka mengeksekusi langkah-langkah rantai penyediaan (eksekusi rantai penyediaan). Sistem perencanaan rantai penyediaan mampu membantu perusahaan untuk membentuk keberadaan rantai penyediaan, memperkirakan permintaan untuk sebuah produk, dan membangun secara optimal sumber dan perencanaan manufaktur. Seperti sistem yang membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih baik seperti bagaimana menentukan jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu produk, membangun tingkatan penyediaan dari bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi, memnentukan dimana tempat untuk barang jadi, dan mengidentifikasi jenis kendaraan yang digunakan untuk pengiriman.

Rantai Penyediaan Global dan Internet

  1. Masalah rantai penyediaan global

Semakin banyaknya perusahaan yang memasuki pasar internasional, operasi outsourcing manufaktur , dan memperoleh pasokan dari Negara lain sebaik penjualan antar Negara (luar Negara). Rantai penyediaan memperluas lintas perdagangan antar Negara dan daerah. Disana banyak tantangan dan kompleksitas untuk mengatur rantai pasokan secara global.

Internet membantu perusahaan mengatur banyak aspek dari rantai penyediaan suatu perusahaan, termasuk sumber daya, kendaraan, komunikasi, dan keuangan internasional.

  1. Rantai Pasokan yang Didorong oleh Permintaan: Dari Dorongan menjadi Tarikan Manufaktur dan Efisiensi Tanggapan Pelanggan

Dalam model berbasis dorongan, produksi menjadwalkan induk didasarkan pada perkiraan atau tebakan terbaik dari permintaan untuk produk, dan produk yang mendorong kepada pelanggan. Dengan arus informasi baru dimungkinkan oleh alat berbasis Web, manajemen rantai pasokan yang lebih mudah mengikuti model berbasis tarik. Dalam model berbasis tarik, juga dikenal sebagai demand driven Model atau membangun-to-order, pesanan pelanggan yang sebenarnya atau pembelian memicu peristiwa dalam rantai pasokan. Transaksi untuk menghasilkan dan memberikan hanya apa pelanggan telah memerintahkan bergerak ke atas rantai pasokan dari pengecer ke distributor untuk produsen dan akhirnya kepada pemasok. Hanya produk untuk memenuhi ini perintah bergerak kembali ke bawah rantai pasokan ke pengecer. Produsen hanya menggunakan informasi permintaan agar aktual untuk mendorong jadwal produksi mereka dan pengadaan komponen atau bahan baku.

Nilai Bisnis Sistem Rantai Penyediaan

        Dengan mengimplementasikan sebuah jaringan dan manajemen sistem rantai penyediaan yang terintegrasi, perusahaan menyesuaikan pasokan dengan permintaan, menghasilkan tingkatan penyediaan, meningkatkan pelayanan pengiriman, kecepatan waktu produksi ke pasar, dan menggunakan harta (asset) dengan lebih efektif.  Jumlah biaya rantai penyediaan menggambarkan mayoritas dari beban operasi untuk banyak bisnis dan dalam beberapa industri mendekati 75% dari total budget untuk operasi. Dengan memperkecil biaya rantai penyediaan mungkin memiliki efek yang besar dalam keuntungan perusahaan. Sebagai tambahan untuk mengurangi biaya, sistem manajemen rantai penyediaan membantu peningkatan penjualan. Jika produksi tidak tersedia  ketika konsumen menginginkannya, konsumen akan berusaha membayar lebih dari orang lain. Semakin tinggi control penyediaan , membuktikan bahwa perusahaan memiliki produk yang tepat dan disediakan untuk konsumen di waktu yang tepat.

 

 

9.3 Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan

Apa itu Manajemen Hubungan Konsumen?

        Dalam operasi bisnis berskala kecil, sangat memungkinkan pemilik bisnis dan manajer mengetahui konsumennya dengan baik secara personal. Tapi dalam bisnis berskala besar baik skala satu wilayah, nasional, atau bahkan global, sangat tidak mungkin mengetahui konsumen dengan lebih dekat. Dalam bisnis jenis seperti ini, begitu banyak konsumen dan begitu banyak cara yang menghubungkan konsumen dengan perusahaan, baik melalui website, call center, faximile, dan lain-lain. Hal ini menjadikan sulitnya mengintegrasi informasi dari semua sumber yang ada untuk menetapkan atau sepemahaman dengan jumlah konsumen yang besar.

Sistem manajemen hubungan konsumen melihat dan mengintegrasi data konsumen dari seluruh organisasi, data yang terkondolidasi, dan data analisis, dan mendistribusikan semua hasil ke berbagai sistem dan poin untuk berhubungan dengan konsumen (lintas konsumen dan perusahaan).  Point Kontak merupakan metode interaksi dengan konsumen, seperti melalui telefon, e-mail, website, dan toko eceran.

Tipe istem manajemen hubungan konsumen:

  1. Sales force automation (SFA)
  2. Customer service
  3. Marketing

 

Analisis dan operasional CRM

       Operasional CRM meliputi aplikasi tatap muka dengan konsumen, seperti alat untuk penjualan SFA, pusat layanan dan pendukung pelayanan konsumen, dan automasi pemasaran. Analisis CRM meliputi aplikasi yang menganalisis data konsumen dengan mengoperasikan aplikasi CRM untuk menyajikan informasi dalam peningkatan kinerja bisnis.

Nilai bisnis dari Sistem Manajemen hubungan konsumen

       Fluktuasi konsumen dapat dikurangi dengan memberikan respon yang lebih baik melalui penjualan, pelayanan, dan pemasaran. Tingkat fluktuasi mengukur jumlah dari konsumen yang ingin berhenti menggunakan produk atau masih ingin membeli produk atau jasa dari perusahaan kita. Hal ini mejadi indikator penting dalam pertumbuhan atau kemerosotan sebuah data konsumen perusahaan.

 

 

9.4 Aplikasi Perusahaan (Bisnis): Tantangan dan Kesempatan Baru

Tantangan aplikasi perusahaan

         Semakin tinggi dan efisiennya produk dan kemampuan konsumen membuat sistem perusahaan dan sistem manajemen rantai penyediaan sangat penting. Tapi untuk memperoleh nilai ini, kalian harus benar-benar mengerti bagaimana bisnis kalian harus berubah dan menggunakan sistem ini secara efektif.

Sistem palikasi juga dikenal dengan “switching cost” atau “peralihan biaya”. Sekali mengadopsi sebuah aplikasi perusahaan dari seorang pemasok seperti SAP, Oracle dan sebagainya, hal ini sangat meningkatkan biaya dan perusahaan anda akan menjadi bergantung pada pemasok tersebut untuk mengupgrade setiap produk dan meningkatkan aplikasi yang telah anda install.

Generasi Selanjutnya Aplikasi Perusahaan

         Dewasa ini, penyedia aplikasi perusahaan memiliki nilai lebih dengan semakin fleksibel nya pengiriman, melalui web, dan mampu mengintegrasi satu sistem dengan sistem lain. Sistem perusahaan yang mandiri, sistem hubungan pelanggan, dan sistem manajemen rantai penyediaan menjadi sangat penting pada zamannya.

About Flowry Adni Jannatia

Cirebonese-Who doesn’t love banana? Give it to me.